Gejala dan Penyebab Ruam Popok Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Infosehat.id – Ruam Popok merupakan peradangan yang terjadi pada kulit bayi di area yang tertutup oleh popok, dan umumnya terjadi pada bokong. Kulit yang mengalami ruam popok biasanya akan tampak kemerahan. Pada umumnya ruam popok terjadi karena reaksi kulit yang terus menerus bersentuhan dengan urine dan tinja. Ruam ini umumnya tidak berbahaya, namun meski demikian ruam popok dapat mengganngu kenyamanan bayi sehingga bayi cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, bagi orang tua haruslah memahami Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi. Agar bayi anda sehat dan terbebas dari ruam popok.

Cara Memilih Popok untuk Bayi

Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi
Popok Bayi

Banyak orang tua yang masih dilema dalam memilih popok yang tepat untuk sang buah hati. Para peneliti telah melakukan banyak penelitian terkait masalah ini, namun masih belum ada pembuktian yang jelas mengenai jenis popok mana yang dapat mencegah ruam.

Ada dua jenis popok yang sering dipakai di masyarakat sekarang ini, yaitu popok sekali pakai dan popok kain.  Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apabila popok sekali pakai merek tertentu menyebabkan iritasi pada kulit bayi anda maka gantilah dengan merk lainnya sampai anda menemukan merk popok sekali pakai yang sesuai untuk kulit bayi anda. Demikian pula apabila detergen atau pembersih yang anda gunakan untuk mencuci popok kain menyebabkan ruam pada bayi, maka gantilah dengan merk pembersih lainnya. Apapun pilihannya, selalu pastikan cocok untuk kulit bayi.

Baca Artikel Menarik Lainnya:

Gejala Gejala Ruam Popok

Ruam popok umunya terjadi pada bayi di dua tahun pertamanya, terutama ketika bayi masih berusia Sembilan bulan hingga satu tahun. Namun ruam ini juga bisa kambuh selam anak anda memakai popok.

Berikut beberapa gejala yang mengindikasikanya:

  • Kulit bayi tampak memerah, terutama pada bokong, paha, lipatan paha, dan sekitar alat kelamin bayi.
  • Bayi yang bertambah rewel, misalnya bayi anda menangis ketika bagian yang biasanya tertutup popok dibersihkan atau disentuh.

Faktor Penyebab Ruam Popok

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok pada bayi. Penyebab-penyebab tersebut meliputi:

  • Kulit sensitif. Ruam Popok Biasa terjadi karena kulit bayi yang terlalu sensitif. Selain itu, Bayi yang mengidap penyakit kulit eksim lebih beresiko mengalami ruam popok.
  • Infeksi bakteri dan jamur. Kulit bayi yang tertutup popok cenderung lembab dan hangat, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Kontak yang terlalu lama dengan tinja dan urine. Tinja dan urine dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit bayi yang sensitif apabila dibiarkan terlalu lama di dalam popok.
  • Iritasi karena produk bayi yang baru digunakan. Contohnya: bedak, detergen, sabun, atau pelembut dan pewangi pakainan.
  • Gesekan dan lecet. Gesekan dan lecet bisa jadi penyebab ruam popok. Misalnya penggunaan popok yang terlalu ketat.
  • Mengonsumsi antibiotik. Ketika bayi mengonsumsi antibotik maka bakteri alami yang berfungsi menjaga pertahanan kulit dari bakteri penyebab ruam juga ikut mati. Sehingga ruam popok bisa muncul akibat tidak adanya bakteri baik yang menjaga kulit bayi.
  • Pengaruh jenis makanan baru. Struktur tinja dan frekuensi buang air besar pada bayi akan mengalami perubahan ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Perubahan ini dapat memicu terjadinya ruam popok. Untuk bayi yang masih minum asi, semua hal yang dikonsumsi oleh ibu juga berpengaruh pada bayi.

Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

Metode  yang paling efektif Untuk mencegah sekaligus mengatasi ruam popok pada bayi yaitu dengan cara menjaga kulit bayi agar tetap bersih dan kering. Beberapa langkah sederhanan ini dapat anda lakukan sendiri dirumah :

  • Jangan menunda nunda menganti popok yang kotor
  • Bersihkan bagian kulit yang tertutup popok secara seksama, terutama saat mengganti popok.
  • Kulit lembab merupakan salah satu penyebab ruam popok. Oleh sebab itu jangan biarkan anak anda selalu memakai popok. Makin sering kulit bayu terbebas dari popok dan terkena udara, resiko ruam popok juga akan semakin berkurang.
  • Pastikan kulit bayi dalam keadaan kering sebelum anda memakaikan popok baru.
  • Hindari penggunaan bedak, karena bedak dapat menyababkan iritasi kulit bahkan iritasi paru-paru pada bayi anda.
  • Gunakan popok yang sesuai dengan bayi anda. jangan terlalu ketat.
  • Usahakan untuk tidak memakai sabun dan tisu basah yang mengandung alcohol serta pewangi. Kandungan alkohol dan bahan kimia dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi.
  • Oleskan krim dan salep pencegah ruam popok yang mengandung bahan dasar zinx oxide setiap kali mengganti popok bayi anda.
  • Gunakan popok dengan ukuran satu kali lebih besar selama bayi anda menjalani masa penyembuhan dari ruam popok.
  • Pastikan untuk membasuh dan mencuci tangan anda sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Jika anda menggunakan popok kain, selalu pastikan kebersihannya dan hindari penggunaan pewangi pakaian.

Penanganan Lebih Lanjut

Jika kulit bayi anda tidak kunjung membaik atau bahkan bertambah parah meskipun anda telah memberikan penanganan. Maka sebaiknya  segera periksakan ke dokter. Ruam popok terkadang dapat memicu infeksi yang membutuhkan obat dengan resep dokter.

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab terjadinya ruam popok, seperti jenis popok dan produk bayi yang digunakan, frekuensi penggantian popok, perubahan bahan makanan, serta kondisi kesehatan bayi anda. setelah mengetahui penyebabnya, dokter akan menganjurkan beberapa resep obat untuk mengatasi ruam popok tersebut. Obat ruam popok tersebut bisa berupa obat oles steroid ringan, seperti salep anti jamur,hydrocortisone, serta anti biotik oles atau minum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here